Analisis Layout Hypermart

October 13, 2017 | Pengarang: Ilham Akbar Muhammad | Kategori: N/A
Share Benamkan


Penerangan Ringkas

analisis layout hypermart...

Penerangan

A. Analisis layout (tata letak) di Hypermart. Dari hasil analisis survey pada Hypermart diketahuai secara teori menggunakan dominasi layout Ritel dengan pendekatan Grid Layout. Pada hakikatnya layout ritel menekankan pada selera dan presepsi pelanggan, yaitu harus menjamin semua pelanggan akan merasa lega berada dalam bangunan, dengan udara sejuk, pencahayaan yang baik, pajangan yang memiliki daya tarik, mudah di jangkau, menjamin keleluasaan bagi semua pelanggan untuk bergerak, loket pembayaran cukup tersedia sehingga tidak perlu antri lama, alunan musik yang lembut, dsb. Hypermart yang berada di Depok Town Square pun membuat layout ritel dengan baik, dimana pemanfaatan ruang yang berskala besar diisi dengan rak- rak yang membentuk barisan yang berisi display produk yang disusun rapih dengan skala yang besar. Artinya, Hypermart menerapkan teori bahwa Tata letak ritel (retail layout) didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi bergantung kepada produk yang dapat menarik perhatian pelanggan. Jadi, banyak manajer operasi ritel mencoba untuk memperlihatkan produk-produk kepada pelanggan sebanyak mungkin. Layout produk pun disusun dengan metode grid layout, yaitu dibagi menjadi barisan yang membentuk blokblok dengan memisahkan jenis pengelompokan produk di setiap bloknya, namun dalam satu blok perbedaan jenis produk dibatasi dengan fungsi produk itu sendiri seperti blok yang berisi display peralatan mandi, makanan dan bumbu dapur dan lainnya. Rak – rak besar juga disusun dengan jarak yang cukup untuk menyisakan jalan lalu lalang trolly pelanggan, karena Hypermart harus menjamin keleluasaan bagi semua pelanggan untuk bergerak. Menelaah kembali ketika kita memasuki Hypermart tersebut, pelanggan dengan mudah menemukan barisan trolly setelah pintu masuk, lokasi peletakan tersebut didesain untuk menjamin kemudahan belanja pelanggan dengan membuat pelanggan dapat mengambil trolly sebelum memulai aktivitas belanja pelanggan. Penitipan barang pun berada diantara pintu masuk dan pintu keluar Hypermart, untuk menjamin kemudahan pelanggan menitipkan barang bawaannya sebelum memasuki Hypermart dan dapat dengan mudah mengambil kembali barang titipan tersebut setelah keluar dari lokasi belanja tersebut. Pada toko ritel seperti hypermart, strategi pemasaran Every Day Low Price selalu diterapkan, persaingan yang ketat antara Hypermart dengan toko ritel lainnya membuat Hypermart harus memastikan pelanggan mendapat harga yang kompetitif dari toko ritel lainnya. Maka dari itu, pelanggan akan disambut dengan jalur promo pada awal ia memasuki toko tersebut, agar membuat presepsi

pelanggan bahwa Hypermart merupakan toko ritel yang menjamin harga yang ekonomis bagi pelanggannya. Jalur promo juga tidak diakhiri hanya pada awal masuk saja, tetapi label promo tersebut akan terus dijumpai pelanggan selama berjalan di lorong yang berisi rak –rak produk. Diakhir jalur perbelanjaan, tepat menjadi pintu keluar Hypermart itu sendiri berjejer kasir dengan jumlah yang banyak untuk memastikan pelanggan tidak perlu menunggu antrian yang lama ketika sedang padat pelanggan, selain itu dalam segi layout pun desain tersebut membuat tidak adanya antrian panjang yang dapat menghalangi jalur lalu lalang pelanggan yang masih sedang berbelanja.

B. Intepretasi Fungsi Layout Dari penjabaran analisis layout sebelumnya, kita dapat melihat arti dari semua penggunaan layout tersebut. Dari penjelasan diatas dapat dilihat, bahwa Layout Hypermart telah dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan pelanggan untuk menemukan barang yang dicari dan menarik pelanggan. Adapun layout Hypermart dimulai dari pintu masuk yang bersebelahan dengan penitipan barang dan penempatan troli. Kemudian disambut dengan jalur promo, bagian elektronik, hardware, funitur, pakaian, produk pembersih, susu dan perlengkapan bayi, kosmetik, keperluan dapur, makanan ringan, minuman bagian daging, buah dan sayuran serta, cooking, food and cake center. Seluruh susunan itu bertujuan untuk mencapai fungsi layout ritel dengan metode grid layout yaitu: a)

Layout yang digunakan bersifat efektif, artinya layout yang

digunakan tersebut dapat dinilai cukup efektif, dikarenakan konsumen yang berkunjung merasa puas dengan tampilan layout yang tersedia. Tidak hanya itu, konsumen juga merasa termudahkan dalam berbelanja. Dengan penataan layout yang sedemikian rupa juga memudahkan para karyawan dalam menjalankan pekerjaan dari membersihkan tempat sampai penataan pengisian rak penjualan yang telah habis terjual. Disamping itu adanya penempatan untuk jalur promo didepan pintu masuk, didalam jalur ini terdapat barang – barang diskon (promo). Sehingga dapat menarik perhatian pelanggan ketika baru berada dipintu masuk b)

Layout di Hypermart dapat membantu konsumen untuk

menemukan barang yang di cari. Dilihat dari ramainya pengunjung yang berbelanja di Hypermart bahwa keperluan yang mereka cari dengan mudah bisa didapat, karena penempatannya yang cukup teratur, serta barang yang dipajang

telah tersusun dengan rapi,sesuai dengan kelompok barangnya masing-masing. Contohnya kita dapat menemukan tv, kipas angin dan kulkas yang tersusun di bagian elektronik, dan kita dapat menemukan buah apel jeruk serta wortel dibagian buah dan sayur. c)

Layout di Hypermart dapat meningkatan produktivitas usahanya,

jika diamati secara tidak langsung, layout yang digunakan ini meningkatkan produktifitas usaha pada hypermart. Hal tersebut dilihat dari kemampuan usaha menata letak – letak fasilitas produksi. Dengan penataan letak yang demikian maka akan menciptaan kenyamanan bagi pelanggan ataupun bagi karyawan dengan terciptanya kenyaman tersebut maka dapat meningkatkan daya beli pelanggan sehingga tingkat penjualan naik yang dimana akan menghasilkan profit dan artinya layout tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas Hypermart.

C. Diferensiasi Merek Produk Dalam sebuah toko ritel yang memiliki skala besar atau skala penjualan nasional, toko ritel menghadirkan diferensiasi merek produk yang beragam, strategi ini dilakukan untuk memuaskan preferensi pelanggan akan sebuah lini produk yang ditawarkan oleh brand – brand lokal maupun asing. Diferensiasi brand yang beragam tersebut yang membedakan antara sebuah toko ritel berskala besar dan kecil, seperti yang terjadi pada hasil observasi pada Hypermart dan Alfamart, dalam sebuah display lini produk seperti odol, kecap dan produk lainnya, Hypermart yang bergerak pada toko ritel berskala besar menghadirkan lini produk dengan diferensiasi merek yang sangat beragam, akan tetapi pada display sebuah lini produk pada Alfamart yang bergerak dalam toko ritel berskala kecil menghadirkan diferensiasi produk namun tidak sebanyak pada toko ritel berskala besar seperti Hypermart. Diferensiasi produk yang beragam tidak cukup untuk sebuah toko ritel berskala besar seperti Hypermart, sekarang ini toko ritel berskala besar juga menerapkan strategi pemasaran produk toko. Strategi ini dilakukan dengan cara membeli produk hasil olahan dari sebuah pabrik dengan skala pembelian yang besar dan terkontrak untuk berkelanjutan sehingga toko ritel tersebut dapat memberi label brand toko nya tersebut. Penerapan strategi ini digunakan untuk mendapatkan margin atau profit yang lebih besar bagi toko ritel berskala besar

yang menjual produk dengan label nya sendiri. Berdasarkan hasil observasi, Hypermart menggunakan label ‘Value Plus’ sebagai label brandstore yang dimilikinya. ValuePlus sendiri hadir hampir disetiap lini produk dimulai dari cairan pembersih lantai, air mineral, gula, sagu, makanan siap saji seperti sosis, kapas, pembalut, dan lain –lain. Penerapan strategi brandstore juga didukung oleh penjualan dengan harga yang lebih rendah dari produk saingnya yang notabene sudah memiliki brand yang kuat, hal ini dlakukan agar brandstore tersebut memiliki competitive advantage dalam bersaing dengan merek lainnya. Layout yang digunakan pada brandstore tersebut sama dengan produk lainnya, menggunakan basis layout toko ritel dengan Grid Layout sebagai dasar awal menata produk – produk brandstore miliknya. Namun, untuk memudahkan pelanggan menemukan produk tersebut, brandstore sering kali diletakan pada barisan terdepan dalam sebuah rak, agar memiliki prespektif menonjol bagi penglihatan pelanggan yang melewatinya. Dalam setiap produk itu pun dituliskan dengan label harga promo yang besar agar pelanggan tertarik dengan brandstore tersebut.

Xem th�m...

Komen

Hak cipta © 2017 SLIDEMY.COM Inc.